[HARI AUTIS SEDUNIA]
Oleh: Bidang 1 Sema FEB KMUP 2020/2021
Ada apa hari ini ?
Setiap 2 April diperingati
sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia atau World Autism Awareness Day (WAAD).
Hari Peduli Autisme Sedunia diperingati setiap tanggal 2 April tersebut, ditetapkan
oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada 18 Desember 2007. Penetapan ini
berdasarkan usulan perwakilan negara Qatar dan didukung oleh negara-negara
anggota PBB.
Autisme adalah suatu kondisi
neurologis seumur hidup yang muncul pada anak usia dini, terlepas dari jenis
kelamin, ras atau status sosial ekonomi. Gangguan ini ditandai oleh kesulitan
dalam interaksi sosial, komunikasi verbal dan nonverbal, dan perilaku
repetitif. Autisme memiliki pengaruh besar pada anak-anak, keluarga, dan masyarakat.
Merawat dan memberikan edukasi pada anak-anak dan orang dengan kondisi ini
menjadi tantangan tersendiri bagi penyedia layanan kesehatan dan pendidikan.
Orang penyandang autisme
banyak yang mengalami hinaan dan bahkan dikucilkan. Autisme sendiri bukan
penyakit yang menular. Autisme adalah kondisi seorang anak yang mengalami
keterlambatan pada perkembangannya. Karenanya autisme bukan penyakit dan
penanganannya bukanlah obat, melainkan terapi yang dilakukan dalam jangka
panjang.
Penyandang autisme
sebetulnya memiliki IQ yang sama, bahkan bisa melebihi dari rata-rata anak pada
umumnya. Hanya saja kendala dalam sensorik membuat mereka sensitif terhadap
rangsangan dari luar. Biasanya penyandang autisme kesulitan dalam berkomunikasi
dengan orang disekitar. Mereka lebih suka menyendiri dan sering mengulang
gerakan atau ucapan.
Melalui Hari Peduli Autisme juga,
autisme mendapatkan perhatian dunia sebagai masalah kesehatan global yang
berkembang. Kegiatan hari peduli terhadap penyandang autisme dapat membantu
meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan terhadap gangguan spektrum autisme.
Selain itu juga dapat menyalurkan bakat dan keterampilan parapenyandang
autisme.
Adanya
Hari Peduli Autisme bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih memahami
tentang autisme. Oleh karena itu, kata autis tidak etis dan tidaklah pantas
menjadi bahan ejekan. Ejekan tersebut berpengaruh terhadap psikologis anak
penyandang autisme dan keluarga yang memiliki anak autisme. Jadi STOP memberikan
pandangan negatif kepada penyandang autisme lantaran mereka juga mempunyai hak
yang SAMA dengan kita untuk menjalani kehidupan.
Sumber :
http://jurnalposmedia.com
https://isyf.or.id
Komentar
Posting Komentar