[MEMPERINGATI] HARI RAYA NYEPI 2021. TAHUN BARU SHAKA 1943

Oleh : Bidang 1 Sema FEB KMUP 2020/2021


Hari Raya Nyepi mengandung arti dan makna yang sangat relevan dengan tuntutan masa kini dan masa yang akan datang. Melestarikan alam sebagai tujuan utama upacara Tawur Kesanga tentunya merupakan tuntutan hidup masa kini dan yang akan datang. Bhuta Yajña (Tawur Kesanga) mempunyai arti dan makna untuk memotivasi umat Hindu secara ritual dan spiritual agar alam senantiasa menjadi sumber kehidupan.

Tawur Kesanga juga berarti melepaskan sifat-sifat serakah yang melekat pada diri manusia. Pengertian ini dilontarkan mengingat kata “tawur” berarti mengembalikan atau membayar. Sebagaimana kita ketahui, manusia selalu mengambil sumber-sumber alam untuk mempertahankan hidupnya. Perbuatan mengambil akan mengendap dalam jiwa atau dalam karma wasana. Perbuatan mengambil perlu dimbangi dengan perbuatan memberi, yaitu berupa persembahan dengan tulus ikhlas. Mengambil dan memberi perlu selalu dilakukan agar karma wasana dalam jiwa menjadi seimbang. Ini berarti Tawur Kesanga bermakna memotivasi ke-seimbangan jiwa. Nilai inilah tampaknya yang perlu ditanamkan sebagai makna dan pelaksanaan hari raya nyepi dalam merayakan pergantian Tahun Saka

Tahun Saka kita memperoleh suatu nilai kesadaran dan toleransi yang selalu dibutuhkan umat manusia di dunia ini, baik sekarang maupun pada masa yang akan datang. Umat Hindu dalam zaman modern sekarang ini adalah seperti berenang di lautan perbedaan. Persamaan dan perbedaan merupakan kodrat. pada zaman modern ini persamaan dan perbedaan tampak semakin eksis dan bukan merupakan sesuatu yang negatif. Persamaan dan perbedaan akan selalu positif apabila manusia dapat memberikan proporsi dengan akal dan budi yang sehat. Karena agama diturunkan ke dunia bukan untuk satu lapisan masyarakat tertentu.

Dengan Nyepi maka akan membawa renungan mengarahkan kembali ke titik nol, jauh dari keramaian, jauh dari perasaan amarah, dengki, dan iri, menyelami diri untuk menemukan jati diri, bertanya pada hati yang paling dalam. Dan di sana lah ada pencerahan, sinar suci yang Maha Agung. Selamat melaksanakan Catur Brata Penyepian

Dapat kita lihat di Bali, bahwa semua orang yang tinggal disana, yang beragama non hindu, semua ikut mematikan semua listrik dan internet untuk menghormati perayaan nyepi. Hal ini sudah dilakukan untuk waktu yang cukup lama sebagai bentuk toleransi dan semua tidak ada yang merasa keberatan akan hal ini, bahkan hal ini menjadi daya tarik wisatawan untuk datang dan ikut merayakan hari raya nyepi beserta seluruh rangkaian upacara yang diselenggarakan di Bali.

Upacara Melasti adalah salah satu dari rangkaian kegiatan yang dilakukan pada saat perayaan Nyepi. Makna dari Melasti sendiri adalah pembersihan alam semesta Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Upacara Melasti pada tahun 2020 - 2021 dilakukan secara sederhana dikarenakan masih mengikuti himbauan dari pemerintah dan menghindari penyebaran cluster baru dari virus covid-19. Semoga virus Covid-19 dapat segera diatasi agar kegiatan-kegiatan dan upacara-upacara keagamaan dapat dilaksanakan dengan meriah seperti sediakala.

Selamat Hari Raya Nyepi 2021, Tahun Baru Saka 1943 bagi yang menjalankan. Semoga Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) selalu menjaga kita untuk saling menyayangi satu dengan yang lain, memaafkan segala kesalahan dan kekeliruan. Hidup di dalam kerukunan dan damai.


Komentar

Postingan Populer